Jet Tempur F-16 yang Dijajal Prabowo Ternyata Harganya Rp 1 T

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendapatkan lencana brevet wing penerbang kehormatan kelas I dari TNI Angkatan Udara usai mencoba pesawat F-16 Milik TNI AU selama hampir 30 menit mengudara. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendapatkan penghargaan Brevet dan Wings Penerbang Penghormatan Kelas I dari TNI Angkatan Udara. Dalam tradisi seremoninya Prabowo ikut menerbangkan pesawat tempur sebagai Co-Pilot Pesawat F-16.

Pesawat tempur F-16 tersebut merupakan bagian dari Pesawat F-16 C/D Block 25 yang dihibahkan AS kepada Indonesia setelah di-upgrade akan memiliki kemampuan setara F-16 C/D Block 52. Saat ini seri terbaru dari F-16 adalah Block 70/72.

Berapa harganya?

Berdasarkan laporan aerotime, harga pesawat  Block 70/72 sekitar US$ 64 juta, bila menggunakan kurs dolar Rp 15.200, maka harganya nyaris Rp 1 triliun.

Berdasarkan situs produsen F-16 Lockheed Martin, bahwa pesawat tempur ini merupakan satu-satunya jet tempur terlaris sepanjang masa. Pada keterangan Lockheed Martin, tercatat kurang lebih 4.588 unit pesawat F-16 telah diproduksi untuk 28 pelanggan.

Jet tempur F-16 Block 72 adalah versi terbaru dari F-16 yang sempat ditawarkan Lockheed Martin kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dalam konfigurasi F-16 tercanggih yang terdapat di pasaran saat ini. F-16 Block 70/72 adalah versi produksi terbaru dari F-16 yang mengkombinasikan penataran kapabilitas F-16 yang lebih maju dan terstruktur:

  • Kemampuan baru berdasarkan konfigurasi F-16 Block 70/72 yang lebih maju
  • Kekuatan umur struktur lebih dari 50 persen melebihi produksi pesawat F-16 sebelumnya

Konfigurasi F-16 Block 72 termasuk radar Active Electronically Scan Array (AESA) yang canggih, serangkaian infusi teknologi avionik termasuk komputer misi dan layar prosesor, layar resolusi tinggi dengan format besar 6×8, sistem perang elektronik internal, jaringan data bervolume dan berkecepatan tinggi, serta menggabungkan tautan data yang canggih, sehingga TNI AU dapat mengoperasikan dalam lingkungan data yang berpusat pada jaringan.

Kemampuan operasional Block 70/72 ditingkatkan lebih lanjut melalui tautan data canggih, targeting pod dan senjata; navigasi GPS yang presisi dan Automatic Ground Collision Avoidance System (Auto GCAS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*