Krisis Bank Landa AS & Eropa! Karena Ini, BRI Yakin RI Aman

BRI

Investor tengah was-was dengan kinerja industri perbankan. Pasalnya, krisis tengah melanda perbankan AS dan Eropa.

Akibat kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB), sejumlah bank di AS tengah dilanda krisis disusul dengan Credit Suisse di Swiss dan Deutsche Bank di Jerman.

Meskipun begitu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) atau BRI meyakini bahwa kemungkinan efek SVB pada industri perbankan Indonesia relatif kecil. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni tingginya permodalan perbankan RI, menurunnya utang luar negeri perbankan, dan kegiatan pasar finansial yang prudent.

“Selain itu struktur aset dan penerimaan perbankan RI relative terdiversifikasi dan fluktuasi imbal hasil surat berharga pemerintah RI minim. Risiko penurunan likuiditas global sudah menurun seiring dengan backstop Swap The Fed dengan bank sentral lainnya,” ujar Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/3/2023).

Selain itu, eksposur perbankan RI pada aset spekulatif seperti cryptocurrency dan startup termasuk minim. Sementara itu kepemilikan surat berharga pemerintah RI oleh perbankan relatif terdiversifikasi dengan surat berharga berbagai tenor. Kemudian, fluktuasi imbal hasil surat berharga pemerintah RI relatif minim.

Namun begitu, Aestika memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi perbankan.

“Tantangan jangka pendek yang dihadapi perbankan adalah menjaga likuiditas domestik di tengah masih kencangnya pertumbuhan kredit (bertumbuh 10.4% di bulan Februari 2023) dan pengetatan moneter Bank Indonesia,” paparnya.

Selain itu tantangan lain adalah menjaga kualitas aset kredit yang mungkin menurun akibat gejolak ekonomi global, meningkatkan efisiensi operasional dan menggencarkan inklusi keuangan ke nasabah non-bankable.

Aestika menambahkan, ekonomi RI relatif cukup resilient didorong oleh momentum konsumsi domestik yang masih sehat disertai dengan investasi domestic dari swasta dan pemerintah. Lantas, ia mengakui masalah perbankan di AS dan Eropa yang menekan keyakinan konsumen dan bisnis global dapat menekan permintaan ekspor barang manufaktur RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*